• Tlp : ( 031 ) 99842200, 99842221
  • Email : tkijatim@gmail.com
upt

Berita

Catat! Bikin Paspor TKI di Jatim Hanya Rp 55.000

  • Senin, 2018-11-26 - 12:59:13 WIB
  • Administrator
UPT

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Kini pembuatan paspor bagi pekerja migran atau TKI dari Jatim lebih  hemat.

Calon TKI tidak perlu mengurus terlalu lama untuk memproses dokumen keberangkatan.

Saat dilayani di Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (KLTSA) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jatim, calon TKI cukup membayar Rp 55.000 untuk biaya pembuatan paspor.

 

Dalam waktu tiga hari, paspor sudah bisa jadi.

Calon TKI bisa mengurus semua dokumen perjalanan TKI cukup di satu tempat, yaitu di Kantor Layanan Satu Pintu.

Layanan di kantor ini memangkas masa tunggu layanan.

 

Dulu menunggu jadi dokumen sampai paspor bisa sampai satu bulan.

Karena paspor tidak bisa dicetak hari itu juga, calon TKI harus bersabar sampai tiga hari.

Calon TKI, Lailatul Badriyah mengaku diuntungkan dengan layanan satu atap di Disnaker Jatim itu.

 

Dulu menunggu jadi dokumen sampai paspor bisa sampai satu bulan.

Karena paspor tidak bisa dicetak hari itu juga, calon TKI harus bersabar sampai tiga hari.

Calon TKI, Lailatul Badriyah mengaku diuntungkan dengan layanan satu atap di Disnaker Jatim itu.

 

Wanita asal Surabaya ini memutuskan ke Hongkong yang gajinya minimal Rp 8,5 juta per bulan.

Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Jatim, Budi Raharjo menyebutkan saat ini ada sekitar 70.000 TKI Jaitim yang bekerja di luar negeri.


Kepala Disnaker Jatim, Himawan Estu Bagijo sedang menyiapkan layanan satu atap di daerah.

 

Terutama di daerah selatan yang jumlah TKI-nya paling banyak.

“Kami sudah siapkan layanan satu atap di sejumlah tempat. 

“Kami sudah mereplikasi layanan pengurusan dokumen TKI dalam satu kantor itu di Blitar,” kata Himawan.

Daerah di Jatim yang menjadi pengirim TKI terbanyak adalah Ponorogo sebanyak 14 persen, Blitar sebanyak 13 persen, Kabupaten Malang sebanyak 12 persen, Tulungagung sebanyak 9 persen, dan Banyuwangi sebanyak 8 persen.

Sedangkan negara paling banyak ditempati TKI adalah Hongkong sebanyak 53 persen.


Penulis: Faiq Nuraini
Editor: Zainuddin