• Tlp : ( 031 ) 99842200, 99842221
  • Email : tkijatim@gmail.com
upt

Berita

Pemerintah Malaysia Deportasi 174 Pekerja Migran Indonesia

  • Selasa, 2020-10-27 - 13:47:12 WIB
  • Administrator
UPT

Pemerintah Malaysia kembali melaksanakan program deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tiga embarkasi. Yaitu Medan, Jakarta dan Surabaya, Senin (26/10/2020). 

Hal ini sesuai surat Kemenlu No. 12340/WN/10/2020/66 tanggal 21 Oktober 2020. Di embarkasi Juanda Surabaya, total PMI dipulangkan berjumlah 154 orang dengan rincian 138 orang warga Jatim dan 16 orang warga non Jatim.

Kedatangan PMI menggunakan pesawat charter Malaysian Airline. Mereka juga telah dibekali hasil swab/PCR test sesuai kesepakatan kedua negara.

 

Hasil test swab/PCR tersebut diverifikasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Juanda. Para PMI didata oleh tim helpdesk counter Disnakertrans Jatim dan proses kepulangan difasilitasi Dinas Perhubungan Provinsi Jatim ke daerah masing-masing.

Bagi deportasi PMI warga non Jatim yang berjumlah 16 orang, kepulangan ke daerah asal menggunakan fasilitas shelter/gedung penampungan sementara di Kantor UPT P2TK Disnakertrans Provinsi Jatim, Jalan Bendul Merisi 2 Surabaya.

Mereka menunggu koordinasi dan penjemputan oleh pemerintah daerah masing-masing atau pulang secara mandiri.

 

Dalam gelombang 4 deportasi ini, Gubernur Jawa Timur kembali memberikan paket bantuan yang berisi sembako kepada seluruh PMI. Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim.

Nuhayati PMI asal Gresik dan Isah PMI asal Lumajang mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepedulian Gubernur Jatim. "Sangat bermanfaat untuk membantu kebutuhan di rumah nanti," katanya.

Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan, dampak pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap program penempatan PMI.

"Sampai Oktober ini informasi dari Kemnaker, baru 23 negara yang membuka kembali pekerja migran asal Indonesia untuk mengisi jabatan di sektor formal dan informal.

"Namun demikian, tetap harus berdasar SOP kesehatan Covid-19,” kata Himawan.

 

Sebagai informasi, deportasi gelombang 4 ini merupakan rangkaian pemulangan 4.800 orang PMI yang bekerja di Malaysia karena sebab penyalahgunaan dokumen imigrasi, dokumen kerja dan dampak Covid-19 terpaksa harus kembali ke Indonesia.

Sampai akhir Oktober 2020 atau sepanjang pandemi, Disnakertrans Jatim telah memfasilitasi 965 PMI yang mengalami deportasi.

Dengan angka tersebut, maka dibutuhkan kerja keras bersama dari semua unsur untuk membantu reintegrasi sosial dan ekonomi serta untuk pengurangan pengangguran di Jatim.

 

sumber ; https://www.timesindonesia.co.id/read/news/306031/pemerintah-malaysia-deportasi-174-pekerja-migran-indonesia