• Tlp : ( 031 ) 99842200, 99842221
  • Email : tkijatim@gmail.com
upt

Berita

Siapkan Ketrampilan Pekerja Migran, Disnaker Jatim Gandeng Swasta Lakukan Pelatihan

  • Rabu, 2019-12-18 - 05:37:03 WIB
  • Administrator
UPT

Jatim Newsroom - Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melakukan Penandatanganan Kerjasama dengan PT. Eka International Consultant (EIC) di Kantor Disnakertrans. Prov.Jatim, Selasa (17/12). Kesepakatan kerja sama ini berupa pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terutama yang bekerja di Taiwan.

Penandatanganan Memori of Understanding (MoU) dilakukan oleh Kepala dinas Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo  dan  Direktur PT. EIC Fenny Anggraeny disaksikan pula Komisaris vjuga CEO, Jason Liu yang datang langsung dari Taiwan.

Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan  bahwa kerjasama ini sesuai dengan UU Nomor 18 tahun 2017 yang berisi tentang sertifikasi kompetensi bagi Calon PMI serta kewajiban pemerintah melalui Balai Latihan Kerja untuk memberikan pelatihan.  Kerja sama ini  dimaksudkan untuk meminimalisir pekerja migran Indonesia menjadi pekerja informal di luar negeri, setelah mereka para calon PMI mengikuti pendidikan dan pelatihan maka status kerja PMI dari informal menjadi formal.

“Ketika mereka menjadi pekerja formal, maka setidaknya mereka memiliki pendapatan yang cukup sehingga bisa memperbaiki kesejahteraan. Juga apabila tenagan kerja dari Indonesia yang sudah dididik melalui lembaga kita, maka berangkatnya pasti legal sehingga mendapatkan perlindungan hukum.” terang Himawan.

Dalam kerjasama ini Pemprov Jatim menyediakan tempat pelahitan dan sarana prasarana yang ada, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) sedangkan modul pelatihan sampai penempatan difasilitasi oleh PT. EIC.Saat ini BLK yang sudah siap yaitu BLK Singosari dan BLK Wonojati. Kedepannya seluruh BLK yang berjumlah 15  se-Jatim juga bisa melakukan hal yang sama.

Disamping itu Disnakertrans juga terus mengupayakan pengajuan kepada Gubernur agar BLK yang masih memiliki sarana dan prasarana yang kurang untuk pelatihan calon tenagakerja luar negeri untuk bisa di dukung dang dilengkapi sarana dan prasarana. Kerjasama ini merupakan kerjasama yang pertama kali ada di Indonesia sedangkan peserta pelatihan  tidak ada batasan kuota untuk tenaga kerja yang akan di beri pelatihan dan diberangkatkan. (rst-uinsa,pno).